Fahri Hamzah menekankan pentingnya bagi kader Partai Gelora dan masyarakat untuk melihat kebangsaan, demokrasi, dan kewarganegaraan sebagai satu kesatuan sistem yang utuh. Beliau memperingatkan agar bangsa Indonesia tidak terjebak dalam kultus individu, di mana kekuasaan dan harapan terlalu digantungkan pada sosok pribadi
Menurutnya, sistem yang kuat jauh lebih penting karena:
Transformasi Karakter: Sistem yang baik dapat mengubah orang yang biasa saja menjadi kuat, sementara sistem yang buruk bisa merusak orang baik.
Belajar dari Sejarah: Indonesia memiliki sejarah panjang otoritarianisme di mana kekuasaan memusat pada individu, baik di zaman kerajaan maupun era Orde Lama dan Orde Baru.
Siklus Pemujaan dan Kebencian: Ada kecenderungan masyarakat mendewa-dewakan pemimpin saat berkuasa namun memaki-makinya setelah mereka turun, seperti yang dialami Presiden Soekarno, Soeharto, hingga Jokowi
Dalam sistem demokrasi, cabang-cabang kekuasaan harus sama-sama kuat agar dapat saling mengontrol.
Legislatif (DPR & DPD): Legislator harus berani menunjukkan “taji” sebagai pengawas pemerintah atau oposisi. Jika lembaga perwakilan diam, rakyat akan melakukan pengawasan sendiri yang sering kali menimbulkan kegaduhan di media sosial.
Peran DPD: DPD memiliki peran unik untuk mewakili elemen-elemen yang tidak bisa bicara, seperti lingkungan, hutan, dan laut yang rusak akibat eksploitasi.
Yudikatif: Diperlukan peradilan yang independen, bersih, dan bebas dari intervensi maupun korupsi agar keadilan dapat tegak.
Partai Gelora memposisikan diri sebagai penggerak perbaikan sistem dan siap menghadapi tantangan masa depan:
Evaluasi Sistem: Partai terbuka terhadap diskusi penyempurnaan sistem politik, mekanisme pemilu, hingga wacana Amandemen Kelima Konstitusi.
Tantangan Geopolitik & Disrupsi: Partai Gelora mewaspadai guncangan geopolitik dan disrupsi teknologi (perang algoritma) yang dapat memecah belah keharmonisan bangsa
Dukungan Program Pemerintah: Sebagai bagian dari pemerintahan, Partai Gelora mendukung program Presiden Prabowo Subianto seperti makan gratis bagi anak-anak, pembangunan sekolah rakyat, rumah untuk rakyat, serta pembangunan “Kampung Haji” di Arab Saudi
Masalah Komunikasi: Fahri mencatat adanya kesenjangan antara niat baik pemerintah dengan penerimaan masyarakat di media sosial, sehingga diperlukan cara penyampaian yang lebih baik agar tidak terjadi
Berdasarkan transkrip tersebut, berikut adalah penjelasan lebih mendalam mengenai pandangan Fahri Hamzah tentang peran spesifik Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dalam konteks lingkungan dan sistem kenegaraan:
Representasi “Selain Manusia”: Fahri Hamzah menyatakan bahwa jika DPR mewakili rakyat melalui partai politik, maka DPD memiliki peran unik untuk menjadi suara bagi entitas yang tidak bisa bicara dalam pemerintahan.
Mewakili Alam yang Rusak: Secara spesifik, beliau menyebutkan bahwa DPD mewakili pohon-pohon yang dirusak, sungai, laut, hingga udara.
Pengawasan Eksploitasi Sumber Daya: DPD dipandang sebagai wakil dari tanah-tanah yang dikeruk oleh tambang dan pihak yang menyuarakan keprihatinan atas penghancuran alam.
Cabang Legislatif yang Kuat: Bersama dengan DPR, DPD dianggap sebagai bagian dari cabang legislatif yang harus kuat dan memiliki kemandirian untuk menjalankan fungsinya.
Kewajiban Bersikap Kritis: Anggota DPD dituntut untuk bersikap kritis dan berani mengkritik jalannya pemerintahan sebagai bentuk tanggung jawab konstitusional mereka.
Menjamin Ketenangan Rakyat: Dengan menjalankan fungsinya secara kritis di parlemen, DPD membantu memastikan agar kegaduhan politik terjadi di lembaga formal, sehingga rakyat (petani, nelayan, buruh) bisa tetap bekerja dengan tenang tanpa harus mengawasi sendiri jalannya pemerintahan
Intinya, dalam perspektif ini, DPD bukan sekadar lembaga pelengkap, melainkan garda terdepan dalam menjaga keseimbangan ekologi dan keadilan spasial di tingkat kenegaraan.
Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry's standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown printer took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book. It has survived not only five centuries, but also the leap into electronic typesetting, remaining essentially unchanged. It was popularised in the 1960s with the release of Letraset sheets containing Lorem Ipsum passages, and more recently with desktop publishing software like Aldus PageMaker including versions of Lorem Ipsum.
Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry's standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown printer took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book. It has survived not only five centuries, but also the leap into electronic typesetting, remaining essentially unchanged. It was popularised in the 1960s with the release of Letraset sheets containing Lorem Ipsum passages, and more recently with desktop publishing software like Aldus PageMaker including versions of Lorem Ipsum.
Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry's standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown printer took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book. It has survived not only five centuries, but also the leap into electronic typesetting, remaining essentially unchanged. It was popularised in the 1960s with the release of Letraset sheets containing Lorem Ipsum passages, and more recently with desktop publishing software like Aldus PageMaker including versions of Lorem Ipsum.
Pentingnya memahami pilar-pilar demokrasi agar kita sebagai anak bangsa untuk keberlangsungan bangsa Indonesia.
Untuk para aktivis politik mupun kemasyarakatan, mahasiswa