akademigelora

Instructor
admin
0
0 reviews

Kekuatan Militer Indonesia Harus Naik ke Peringkat 5 Besar Dunia

ini memaparkan pandangan strategis Mahfuz Sidik mengenai urgensi peningkatan kekuatan militer Indonesia dari peringkat 16 menuju posisi lima besar dunia ... Show more
Share
Course details
Duration 10 hours
Lectures 5
Video 9 hours
Quizzes 1
Level Advanced

Recent Comments

Video source is missing or invalid.

  • Description
  • Curriculum
  • FAQ
  • Notice
  • Reviews
  • Grade

STRATEGI DAN TANTANGAN MODERN PERTAHANAN INDONESIA

I. Visi Strategis: Indonesia Menuju 5 Besar Kekuatan Militer Dunia

  • Posisi Saat Ini: Indonesia berada di peringkat ke-16 dunia (per 2021) 

  • Visi Global: Untuk menjadi pemain global, Indonesia harus meningkatkan kekuatan pertahanan dari peringkat 16 ke minimal 5 besar dunia 

  • Komparasi Global: Lima kekuatan militer utama saat ini adalah AS, Rusia, China, India, dan Prancis. Sebagai gambaran, anggaran militer Prancis mencapai Rp500-600 triliun per tahun

II. Evaluasi Anggaran dan Perencanaan Pertahanan

  • Anggaran Renstra 25 Tahun: Rencana anggaran sebesar Rp1.760 triliun untuk periode hingga 2044 sebenarnya masih relatif kecil (hanya sekitar 1,5% dari PDB) dibandingkan negara-negara besar lainnya 

  • Transisi MEF (Minimum Essential Force): * Renstra MEF tahap 3 (2020-2024) baru mencapai sekitar 75% target 

    • Pentingnya prinsip good governance dan kesinambungan antar Renstra agar tidak terjadi “ruang abu-abu” atau penyalahgunaan anggaran

  • Tantangan Vendor-Driven: Pengadaan alutsista seringkali lebih didorong oleh kepentingan vendor daripada kebutuhan strategis riil di lapangan 

III. Redefinisi Postur Pertahanan: Maritim dan Digital

  • Penguatan Konsep Negara Maritim:

    • Porsi anggaran untuk Angkatan Laut dalam MEF sebelumnya hanya sekitar 40%, yang dinilai belum cukup mendukung visi Indonesia sebagai poros maritim dunia 

    • Kebutuhan kapal selam canggih (bukan alutsista berusia 30 tahun) untuk menjaga titik-titik Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) 

    • Konsentrasi di flash point kritis, seperti Laut China Selatan yang berbatasan langsung dengan wilayah Indonesia 

  • Pertahanan di Era Digital (Cyber Warfare):

    • Pergeseran ke peperangan asimetris di mana warga sipil menjadi korban melalui pencurian data kependudukan (misal: kebocoran data 260 juta penduduk) 

    • Serangan terhadap pemikiran dan jiwa masyarakat melalui dunia siber 

IV. Kedaulatan Dirgantara dan Teknologi

  • Kemandirian Teknologi: Kritik terhadap penggunaan satelit negara lain untuk komunikasi militer. Militer Indonesia harus memiliki satelit yang dikontrol penuh oleh negara 

  • Efek Getar (Deterrent Effect): Pembangunan postur pertahanan harus memberikan efek getar yang kuat bagi lingkungan geopolitik kawasan yang semakin tajam 

V. Kesimpulan dan Rekomendasi

  • Mendukung peningkatan belanja alutsista namun harus didasarkan pada asumsi perencanaan yang tepat, bukan asal-asalan

  • Menghindari beban utang panjang bagi rakyat tanpa adanya pembangunan postur pertahanan yang nyata dan kuat 

FAQ 1
Faq Content 1
FAQ 2
Faq Content 2

Productivity Hacks to Get More Done in 2018

— 28 February 2017

  1. Facebook News Feed Eradicator (free chrome extension) Stay focused by removing your Facebook newsfeed and replacing it with an inspirational quote. Disable the tool anytime you want to see what friends are up to!
  2. Hide My Inbox (free chrome extension for Gmail) Stay focused by hiding your inbox. Click "show your inbox" at a scheduled time and batch processs everything one go.
  3. Habitica (free mobile + web app) Gamify your to do list. Treat your life like a game and earn gold goins for getting stuff done!


Grade details
Course:
Student:
Enrollment date:
Course completion date:
Grade:
Grade Points
Grade Range
Exams:
Sign in to account to see your Grade