akademigelora

Category
Instructor
admin
0
0 reviews

KEMUNDURAN UMAT ISLAM KARENA PARSIALISME BERAGAMA

Mengapa umat Islam yang memiliki populasi besar seringkali terasa tertinggal dalam kancah dunia? Apakah ada yang salah dengan cara kita ... Show more
Share
Course details
Lectures 4
Level Beginner
Basic info

Anda tidak hanya akan belajar teori, tetapi juga mendapatkan perspektif baru tentang bagaimana nilai-nilai spiritual dapat diimplementasikan dalam kebijakan publik dan kemajuan teknologi. Kursus ini adalah panduan bagi siapa saja yang ingin berkontribusi nyata bagi Indonesia dan dunia Islam.

Recent Comments

Video preview
  • Description
  • Curriculum
  • Notice
  • Reviews

“KEMUNDURAN UMAT ISLAM KARENA PARSIALISME BERAGAMA

I. Pendahuluan

Video ini membahas tentang kesenjangan antara cita-cita pendiri bangsa Indonesia dengan realitas saat ini. Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan dunia. Namun, umat Islam saat ini dinilai mengalami kemunduran karena terjebak dalam “parsialisme beragama”, yaitu tidak mengamalkan ajaran Islam secara komprehensif atau menyeluruh.

II. Pembahasan

A. Hakikat Kemerdekaan dalam Perspektif Islam

Kemerdekaan yang hakiki menurut pandangan Islam tercapai apabila lima tujuan utama beragama (Maqasid Syariah) terpenuhi, yaitu:

  1. Menjaga agama (Hifdzuddin).

  2. Menjaga jiwa (Hifdzun Nafs).

  3. Menjaga akal (Hifdzul ‘Aql).

  4. Menjaga keturunan atau kehormatan (Hifdzun Nasl).

  5. Menjaga harta (Hifdzul Maal).

Ustaz Rohman mengutip ucapan legendaris Rabi’ bin Amir yang menyatakan bahwa tujuan Islam adalah mengeluarkan manusia dari penyembahan sesama hamba menuju penyembahan kepada Allah, dari sistem yang zalim menuju keadilan Islam, serta dari sempitnya dunia menuju lapangan ajaran Islam yang luas.

B. Penyebab Kemunduran Umat

Kemunduran umat Islam disebabkan oleh beberapa faktor utama:

  • Parsialisme Beragama: Memahami ibadah hanya terbatas pada aktivitas di masjid atau ritual formal semata, tanpa menyentuh aspek kehidupan lainnya seperti sosial, politik, dan ekonomi.

  • Dikotomi Ilmu: Adanya pemisahan antara ilmu agama dan ilmu dunia. Padahal, Islam memerintahkan umatnya untuk menguasai segala bidang ilmu melalui wahyu pertama “Iqra”. Kemajuan peradaban Islam di masa lalu dicapai karena apresiasi yang sangat tinggi terhadap keilmuan dan literasi.

C. Hubungan Agama dan Politik

Mengacu pada pemikiran Imam Al-Ghazali, kekuasaan dan agama adalah saudara kembar. Agama adalah fondasi, sedangkan kekuasaan adalah penjaganya. Politik dalam Islam memiliki dua tujuan utama:

  1. Hirasatuddin: Menjaga nilai-nilai agama dalam kehidupan bernegara.

  2. Siasatud Dunya: Mengatur urusan dunia agar tercipta keteraturan, kesejahteraan, dan keadilan bagi seluruh rakyat.

D. Strategi Mengisi Kemerdekaan

Untuk menjadikan Indonesia sebagai kekuatan dunia (superpower baru), umat Islam harus melakukan:

  • Pendidikan dan Spesialisasi: Mulai dengan penguasaan ilmu (fardu ain dan fardu kifayah) serta memiliki keahlian khusus (takhasus) di berbagai bidang.

  • Kolaborasi: Mengedepankan kerja sama tim (super team) daripada menjadi pahlawan tunggal (Superman).

  • Kepemimpinan yang Adil: Mewujudkan pemimpin yang adil sebagai kunci kemaslahatan publik, karena pemimpin yang adil adalah golongan pertama yang mendapatkan naungan Allah.

III. Kesimpulan

Kemerdekaan bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan upaya berkelanjutan untuk mewujudkan negara yang aman (pertahanan), makmur (ekonomi), dan religius. Umat Islam perlu menghilangkan sekat antara ibadah ritual dan amal sosial/politik agar Islam dapat kembali menjadi rahmat bagi sekalian alam dan membawa bangsa Indonesia menuju kejayaan dunia.<!–>

–>

Anda tidak hanya akan belajar teori, tetapi juga mendapatkan perspektif baru tentang bagaimana nilai-nilai spiritual dapat diimplementasikan dalam kebijakan publik dan kemajuan teknologi. Kursus ini adalah panduan bagi siapa saja yang ingin berkontribusi nyata bagi Indonesia dan dunia Islam.