Visi Indonesia sebagai "Superpower Baru" merupakan navigasi nasionalisme ketiga setelah fase kemerdekaan dan pembangunan, yang bertujuan untuk menjawab tantangan krisis kemanusiaan global serta ketidakpastian tatanan dunia saat ini. Anis Matta menekankan bahwa kekuatan besar ini bukanlah bentuk kesombongan nasional, melainkan sarana agar Indonesia memiliki posisi tawar yang kuat dalam menyelamatkan peradaban dari ancaman kerusakan lingkungan, konflik geopolitik antarnegara adidaya, serta dekonstruksi nilai-nilai kemanusiaan. Dengan bertransformasi menjadi kekuatan dunia, Indonesia diharapkan mampu menjalankan peran historisnya sebagai "Rahmatan Lil 'Alamin" secara nyata guna membawa perdamaian dan menjaga keberlangsungan umat manusia di masa depan.