akademigelora

AI Bisa Jadi Pintu Kelahiran "Agama dan Kitab Suci Baru

With no prior experience, you will have the opportunity to walk through hands-on examples with Hadoop and Spark frameworks, two ... Show more
Instructor
admin
0
0 reviews
Share
Video preview
Course details
Duration : 10 hours
Lectures : 5
Video : 9 hours
Quizzes : 1
Level : Advanced
  • Description
  • Curriculum
  • FAQ
  • Notice
  • Reviews
  • Grade

DIALEKTIKA AGAMA, SAINS, DAN DISRUPSI ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) DALAM EKSISTENSI KEMANUSIAAN

Oleh: Ringkasan Materi Fahri Hamzah

ABSTRAK

Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) telah mencapai titik di mana ia tidak hanya menggantikan kemampuan fisik manusia (robotisasi), tetapi juga mulai menggantikan kemampuan kognitif/akal. Fenomena ini memicu perdebatan serius mengenai masa depan kemanusiaan, bahkan dianggap sebagai cikal bakal “agama baru” di dunia Barat. Makalah ini membahas posisi strategis Indonesia dalam menghadapi disrupsi AI melalui perspektif integrasi antara agama dan sains, serta peran negara dalam melakukan literasi bangsa untuk menghadapi tantangan masa depan.


I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Sejarah peradaban manusia mencatat transisi panjang mulai dari penggunaan alat bantu fisik hingga otomatisasi robotik. Saat ini, dunia memasuki fase disrupsi berikutnya: Artificial Intelligence (AI). Fahri Hamzah menekankan bahwa AI bukan sekadar alat, melainkan tantangan eksistensial karena kemampuannya menyerupai akal manusia 

1.2 Rumusan Masalah

  1. Bagaimana dampak disrupsi AI terhadap profesi dan eksistensi manusia?

  2. Bagaimana relasi antara agama dan sains dalam memandang fenomena AI?

  3. Apa peran strategis negara dan politisi dalam menghadapi perkembangan ini?


II. PEMBAHASAN

2.1 Tahapan Disrupsi: Dari Otot ke Akal Manusia telah melewati tahap di mana kekuatan fisik (otot) digantikan oleh robot. Kini, AI mulai menggantikan peran akal manusia. Contoh nyata terjadi pada profesi medis; AI mampu merekam jutaan data kasus yang jauh melampaui kapasitas memori manusia, sehingga diagnosis AI berpotensi dianggap lebih akurat daripada dokter manusia  Hal ini memicu kekhawatiran akan hilangnya berbagai profesi intelektual.

2.2 AI sebagai “Agama Baru” Di dunia Barat, diskusi serius mulai mengarah pada anggapan AI sebagai agama baru yang mampu menciptakan “kitab suci” sendiri . Hal ini menunjukkan bahwa teknologi telah menyentuh dimensi filosofis dan keyakinan manusia. Fahri Hamzah berargumen bahwa perlu adanya dialog antara teknokrat, saintis, dan kaum agamawan untuk menjaga batasan nilai kemanusiaan 

2.3 Paradigma Agama dan Sains

  • Agama: Memberikan prinsip yang tetap (fixed principle) dan pandangan terhadap nilai masa lalu sebagai landasan moral.

  • Sains: Bersifat dinamis dan berorientasi pada masa depan. Kekacauan terjadi ketika sains mencoba mengubah “fitrah” manusia (seperti perdebatan gender vs jenis kelamin). Fahri Hamzah menegaskan bahwa AI harus diposisikan sebagai alat bantu, bukan untuk mengubah hakikat kemanusiaan (nature of humans

2.4 AI sebagai Solusi Kerusakan Lingkungan Alih-alih menciptakan kerusakan baru, AI seharusnya diarahkan untuk memperbaiki kerusakan yang telah dibuat manusia di masa lalu, seperti pengelolaan sampah, restorasi sungai, dan pemulihan lingkungan yang tidak mampu diselesaikan secara manual oleh negara 


III. PERSPEKTIF NEGARA DAN POLITIK

3.1 Peran Politisi dan Akademisi Politisi memiliki tanggung jawab untuk menjawab kegelisahan publik mengenai masa depan melalui proposal kebijakan yang komprehensif  Penting bagi negara untuk menjamin kebebasan akademik agar para peneliti berani mengajukan proposal dan mengintervensi edukasi publik secara berkualitas 

3.2 Indonesia sebagai Subjek, Bukan Konsumen Bangsa Indonesia tidak boleh hanya menjadi konsumen teknologi. Melalui ideologi Pancasila (Sila pertama sebagai dasar agama dan sila berikutnya mencakup sains dan kemanusiaan), Indonesia harus melakukan “daur ulang literasi” dan revolusi pendidikan untuk menghadapi dunia teknologi terbaru 


IV. KESIMPULAN

Disrupsi AI adalah keniscayaan sejarah. Kunci utama dalam menghadapinya bukan dengan mempertentangkan agama dan sains, melainkan mengintegrasikan keduanya dalam komando negara yang visioner. AI harus digunakan untuk meningkatkan martabat manusia dan memperbaiki kerusakan ekosistem, tanpa mengubah hakikat penciptaan manusia itu sendiri.

Course materials
ideologisasi MPP.pptx 5 mb Download
FAQ 1
Faq Content 1
FAQ 2
Faq Content 2

Productivity Hacks to Get More Done in 2018

— 28 February 2017

  1. Facebook News Feed Eradicator (free chrome extension) Stay focused by removing your Facebook newsfeed and replacing it with an inspirational quote. Disable the tool anytime you want to see what friends are up to!
  2. Hide My Inbox (free chrome extension for Gmail) Stay focused by hiding your inbox. Click "show your inbox" at a scheduled time and batch processs everything one go.
  3. Habitica (free mobile + web app) Gamify your to do list. Treat your life like a game and earn gold goins for getting stuff done!


Grade details
Course:
Student:
Enrollment date:
Course completion date:
Grade:
Grade Points
Grade Range
Exams:
Sign in to account to see your Grade